Update

1. Akhir cerita Sabai nan Aluih. Setelah pinangan Rajo nan Panjang ditolak ayahanda Sabai, Rajo Babanding, mereka berdua berduel di Padang Panabuan. Ketika Rajo nan Panjang terdesak dan nyaris kalah, dengan liciknya dia menyuruh pengawalnya menembak Rajo Babanding. Rajo Babanding pun mati tertembak. Kejadian mengejutkan ini disaksikan oleh seorang petani yang menyampaikan kabar buruk ini kepada Sabai. Sabai sangat sedih mendengar ayahnya tertembak lalu dia mengajak adiknya, Mangkutak Alam, untuk segera menuju Padang Panabuan melihat apa yang terjadi. Namun Mangkutak tidak bersedia, meskipun ia putra kesayangan Rajo Babanding ia lebih mementingkan berjudi dan enggan pergi bersama Sabai. Akhirnya Sabai berangkat seorang diri ke Padang Tarok. Di tengah jalan dia bertemu dengan Rajo nan Panjang. Sabai meminta pertanggungjawaban Rajo nan Panjang yang telah menembak ayahnya, namun Rajo nan Panjang tidak mengindahkannya bahkan mempermainkan dan mengejek Sabai. Sampai akhirnya Sabai benar2 marah dan menembak Rajo nan Panjang dengan senjata yang dibawa pengawal Rajo nan Panjang. Rajo nan Panjang pun mati tertembak.
Ya, cerita ini memang ngga berakhir dengan bahagia karena Sabai tetap kehilangan ayahnya, Rajo Babanding. Tapi banyak hikmah yang bisa dipetik dari cerita ini. Diantaranya, bahwa wanita mampu mempertahankan martabat dan kehormatan keluarganya. Ada yang mau nyebutin pelajaran lainnya? :)
2. Hasil penjurian AIT Culture Show 2003. Alhamduillah, penampilan Indonesia lancar dan sesuai yang direncanakan. Gue udah cukup seneng dengan sambutan yang meriah dari penonton. Andalan dari pertunjukkan ini adalah adegan TeleConference (antara pengawal Rajo Nan Panjang dan Rajo Babanding saat pinangan Sabai) dan adegan perkelahian di Padang Panabuan dengan latarbelakang musik The Firestarter (Prodigy) dan gaya berkelahi yang hot diselingin beberapa 'slow motion' ala Matrix. Untuk adegan berkelahi ini, peranan paling besar dari artis2nya yang punya bakat berkelahi :)
Trus di akhir acara yang cukup bergengsi di kampus gue ini, kita dapet bonus gede: predikat Juara Pertama. Ngga terkirakan betapa senangnya temen2 Permitha AIT. Karna saingan kita, Vietnam, betul2 tampil bagus dengan memboyong 60 orang penari. Busettt.. banyak amat. Dan tariannya juga bagus, konfigurasi yang rapih, kostum yang cantik dan tentunya gerakan lemah gemulai gadis2 Vietnam. Keren nya.. semua cewe Vietnam itu bisa nari.
Sebagai pengarah acara, jelas gue juga seneng banget. Berasa dapet Oscar deh gue pas pengumuman pemenang itu. Soalnya, critanya gue yang nerima piala tsb. Jadi tambah beken juga lah gue.. hehehehe.. Sampe skr banyak banget yang tiba2 say 'Hi' dan muji2 penampilan temen2 gue.. selain ceritanya yang cukup unik, kostum yang meriah (Minangkabau, Tapanuli, campur2!), akting yang keren dan penggunaan teknologi audio-visual yang selangkah lebih maju (dibanding peserta lainnya). Hehe.. soalnya di Bandung + TV dulu kan pertunjukan ala kabaret cukup banyak, jadi udah ngga aneh.
Begitulah ceritanya.. panjang juga ya.. oya, photo2 pertunjukan Sabai nan ALuih itu bisa diliat di: http://photos.yahoo.com/permithaait/
:)

selain tiu, cerita tersebut juga mengingatkan bahwa wanita punya hak untuk menentukan jalan hidupnya kelak, bahagia atau tidak itu taqdir... dan wanita seperti halnya laki-laki harus berani menghadapi hidup ini tanpa harus bergantung pada orang lain...karena wanita bukan makhluk lemah. Tapi wanita adalah makhluk Tuhan yang indah dan lembut.
:)