Tutup Mata
Layar putih bergambar cerita, Menjadi tontonan massa, Selintas ada adegan mesra, Yang silau memikat mata, Semakin lama smakin bergelora, ......
Tak s'orang pun yang sanggup bicara, Semua terdiam nyatanya, Namun tiba-tiba, Ada gelak tawa, Bocah spontan polosnya..
"Tutup mata" seruan untuknya
Dijawabnya "Aku tlah biasa, melihat adegan yang mesra"...
Kalo kamu remaja pertengahan/akhir tahun 80-an pasti tau deh lagu K3S tadi. Agak asal sih itu liriknya (Ada yang mau benerin ngga? soalnya cuman berdasarkan pada ingatan gue semata, gara2 gagal googling..hehe), tapi kira2 inti cerita lagunya itu tentang kebiasaaan bocah2 yang seharusnya menutup mata jika melihat adegan 17 tahun (bukan 17 agustusan..hehe).
Akhir2 ini kebeneran, gue suka nonton VCD/DVD bareng anak2 tetangga di kampus. Ada sekitar 5 orang (bahkan bisa lebih kalo pada ngajakin temen2 sekolahnya) yang umurnya antara 6 - 13 tahunan. Acara nonton ini biasanya di rumah gue, sore2 sekitar jam 4-an sampe sebelum maghrib, ngga tiap hari sih.. kadang2 aja kalo lagi pengen. Film yang kita tonton awalnya film-film kartun Jepang anak2 kayak "Spirited Away" dan "Grave of Fireflies". Lalu "Finding Nemo", "Shrek" dan lama2 gue ajakin nonton film2 action yang menarik dan mudah dipahami kayak "Pirates of Carribean","Rush Hour", dll. Setelah beberapa saat baru gue sadarin bahwa ternyata mereka sama2 punya aturan - walaupun beda2 keluarga - yaitu harus nutup mata setiap kali ada adegan mesra. Awalnya gue juga ngga nyadar akan kebiasaan mereka ini, baru saat kita nonton "Shrek" dimana di akhir cerita ada adegan mesra antara Shrek dan putri Fiona (ogre), otomatis mereka semua nutup mata atau malingin muka.. sambil ketawa2 dan teriak2 "udah belum tan..? udah belum?".
Kalo diingat2, rasanya dulu pas gue seumur mereka ngga pernah dikasi aturan 'tutup mata' ini sama ortu. Mungkin karna dianggap ngga perlu kali ya, lah wong.. acara TV di Indonesia udah pasti aman dengan adanya gunting sensor, lalu film video gitu.. kayanya kita juga jarang nyewa film yang dewasa gitu. Agak berbeda dengan kondisi sekarang dimana arus informasi kayanya kencang sekali (tante cantik yang ngajakin nonton DVD bareng misalnya, hekhek), jadi orang tua mau ngga mau bikin aturan mengenai mana yang pantas/tidak dilihat oleh anak2nya.
Jadinya skr ni, untuk menghormati peraturan yang udah dibuat ortu anak2 ini, gue berusaha pilihin film yang paling aman. Dan, kalo tetap terjadi ada adegan yang mesra (sedikiiiittt), gue musti jadi wasit yang ngasih aba2 sampe kapan mereka tutup mata. Hehehe.. kocak juga nih.
Walau kadang sempet salah pilih juga, tadinya gue pikir 'asal kartun' pasti aman.. ternyata engga juga, waktu itu gue masang 'Animatrix' yang ternyata di bagian awalnya ada adegan berkelahi cewe yang berbusana sexy skali. Adegannya cukup lama lagi, jadi anak2 protes karna jadinya terlalu sibuk 'nyungsep', akhirnya kita putusin untuk ganti film aja.. hehehe
:)

Leave a comment