The Legend of The Thousand Temples
Seperti yg pernah gue sebutkan, ada ritual “Culture Show” di kampus AIT yaitu lomba pertunjukan seni & budaya antar negara. Tahun lalu, kita nampilin drama musikal “Sabai Nan Aluih” dari Sumatera Barat dan berhasil meraih The Best Performance.
Ceritanya bisa dilihat di arsip blog tahun lalu “Sabai Nan Aluih” dan “Update”.
Tahun ini kita kembali nampilin drama musikal lagi, dengan tema “The Legend of The Thousand Temples” dr Yogyakarta, yaitu tentang legenda terbentuknya candi Prambanan yang selalu dikaitkan dengan cerita Pangeran Bandung Bondowoso yang mengubah Puteri Roro Jonggrang menjadi patung setelah ditolak lamarannya (dasar cowo! :P). Padahal sang pangeran sudah berusaha memenuhi permintaan sang putri untuk membangun 1000 candi dalam satu malam, yang kemudian gagal - kurang 1 candi - atas kecurangan pihak Puteri Roro Jonggrang.
Cerita dimodifikasi dikit, dengan tambahan inspirasi dari film TIMELINE, diceritakan sepasang kekasih bernama Roro dan Bondowoso, yg berkaryawisata ke candi Prambanan, akibat ke-sompralan Bondowoso mrk berdua lalu terjebak ke masa lalu dan terperangkap di tubuh Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso. Selanjutnya, sang cowo (yg memang dr awal digambarin seorang yang sombong dan belagu.. hehe) akhirnya harus kehilangan kekasihnya itu, karena dia menyihir jadi batu itu lo..
Untuk bisa merebut perhatian juri, perlu sesuatu yang beda dari pertunjukkan2 lain yg tampil, karna kalo (hanya) menampilkan tarian atau kostum yang meriah, dijamin semua peserta sudah melakukannya. Harus ada sesuatu yang berbeda. Entah itu, tarian kolosal yang rumit dengan sinkronisasi yg bagus, naskah yang lucu, teknik pertunjukkan yang beda dengan bantuan multimedia misalnya, dll, yang pasti harus ada kekuatan utama selain tema cerita yang asli dr negara masing2.
Tahun ini, andalan pertama kita adalah teknik penggerakan-benda-oleh-tim-efek-yang-berpakaian-hitam-dng-background-hitam, yang diinspirasikan Klip Pingpong dr Nippon Television Network Corporation (NTV) yang bisa dilihat di sini.
Teknik ini diaplikasikan untuk adegan berantem antara pengawal2 Bandung Bondowoso dan Roro Jonggrang. Ada 3 gerakan yang dikasih efek ini, yang pertama gerakan adu pedang, lalu ketika masing2 terkena sabetan pedang dan bergerak roboh, jatuhnya orang2 ini ditahan oleh tim Men In Black sehingga penonton ngelihatnya seperti slow-motion gerakan jatuh :P
Efek kedua, adegan terbang, diinspirasi dari gerakan tarungnya Achilles di Troy. Ada 2 serdadu yang loncat dan ketika loncat itu, secara slow motion keduanya diputar sehingga penonton melihat dr perspektif berbeda, tusuk-tusukan, lalu sama2 terjungkal, yang lagi-lagi ketika terjungkal dipegang oleh tim Men In Black, sehingga seakan2 mereka terjatuh pelan2 :P
Terakhir, adegan lempar pisau. Satu prajurit melempar pisau pada lawannya, pisau berputar pelan2 (karna ada 1 Man In Black yg megang) menuju lawan lalu bisa ditangkap dengan gaya ala Neo di Matrix (ketika menghindari peluru), lalu pisau dikembalikan lagi dan bisa ditangkis dengan cepat, bahkan pisau berbalik lagi dan kali ini menembus sang lawan yang lalu roboh perlahan ;)
Andalan kedua adalah, kostum jin-jin yang dipakai para anak&remaja Indonesia :) Berhubung agak sulit neranginnya, foto pakaian jin ini bisa dilihat dibawah ini.


Tampilan awal bisa dilihat di foto sebelah kiri, yaitu mrk berpakaian sarung hitam dan kaos putih. Lalu, ketika berubah jadi jin (foto kanan), sarung ditarik keatas, dan nampak jin2 kerdil berwajah seram dengan baju putih dan tangan yang membuka :) Kostum ini, pernah sukses dipake salah satu rekan kita, Mas Nopie, waktu kuliah di jogja dulu.
Lalu bagaimana akhir ceritanya, bisakah Indonesia mempertahankan gelarnya sebagai The Best Performance tahun ini? 2 Saingan kuat sudah menanti kita pada Jumat malam, 11 Juni 2004, yaitu Filipina dan Vietnam.
Filipina ini bisa dibilang saingan yang cukup kita takutin, karna pada dasarnya semua orang filipin itu hobi nari, nyanyi dan spontanitas seni nya lebih bagus dr orang2 Indonesia. Mudah buat mereka untuk berakting, nyanyi heboh atau nari2 aneh. Sementara orang Indoesia, tipikalnya tau sendiri deh, pemalu dan ngga bisa nari (ngaku siah!). Perlu dibangkitin semangatnya lahir-batin untuk mau tampil dan akting. Ditambah lagi, orang2 Philliphine udah mulai bikin isu2 di sudut2 kampus bahwa pertunjukkan mereka TOP BGT dan ngga ragu utk jadi juara pertama tahun ini… hehe. Maklum deh, di kampus gue orang filipin emang banyak, terutama staff nya.
Sedang Vietnam, sebagai saingan 2 tahun terakhir, juga bisa dibilang punya kebiasaan nari (terutama cewe2), semua cewe vietnam yang gue tanyain pasti bisa nari, dengan gemulai pula. Andalan mereka memang tarian kolosal yang susah2 :P Hebat deh.
Tapi, ternyata oh ternyata.. keberpihakan penonton masih pada kita. Penampilan kita disambut meriah banget. Meski diawali kurang baik dng masalah komputer dan LCD (yg jadi tanggung jawab gue) akibat miss-engineering-judgement dr si gue :P
Selanjutnya, ritme menaik terus.. penonton mulai riuh ketika pasukan jin dengan kostum kerdil itu keluar, lalu tambah heboh ketika adegan pertempuran muncul. Efek satu-kedua-ketiga-keempat, teriakan penonton, tepuk tangan, ‘oooh’ dan ‘aaah’ ngga abis2 nya deh.
Abis adegan tempur ini, penonton mulai ngga konsen ngelihat akhirnya :P Begitu juga pemainnya, mulai pada senyum2 hepi karna efek2 nya berjalan sukses. Selesai pertunjukkan kita semua keluar naik panggung sambil dadah-dadah, tim Men In Black yang tiba2 muncul sambil ngelepas kupluk hitam disambut meriah sama penonton yang mungkin sempet bengong bertanya2 ngeliat adegan terbang dan pisau yang bisa melayang sendiri :P hehehe, oh.. you’re so cool man!
Dan ngga hanya penonton, juri pun ternyata masih berpihak pada kita sehingga lagi-lagi Indonesia jadi The Best Performance, ngalahin Philliphine (1st Runner Up) dan Vietnam (2nd Runner Up). Kita semua senang sekali, rame2 ke panggung, teriak2 dan foto bareng juri.
Kebetulan, malem itu Atase Pendidikan dan Kebudayaan dr KBRI Bangkok yg baru, Bapak Huda, juga dateng. Ini adalah dinas pertama beliau ke acara resmi di AIT, sehingga beliau juga langsung happy karna Indonesia unggul. Saking senengnya, beliau nyecep $$$ buat syukuran acara ini :) Adududu makasih ya paakkk.. :)
Sejujurnya, sebelum pertunjukkan, gue ngga terlalu berharap banyak pada culture show kali ini. Karna, saat latihan efek yang pengen kita tampilin ngga pernah 100% sukses, selalu ada aja yang kurang malah bikin garing :( Blom lagi, mood gue yang sering banget drop shg rasanya bosen banget ada di latihan :P Tapi untungnya, pas hari-H semua terlihat indah, ngga sia2 emang latihan sering2… peribahasa ‘Practice make perfect’ memang terbukti :)
Persiapan pertunjukkan, dimulai dari kurang lebih sebulan lalu, mulai dari penggalian cerita, pembuatan naskah, rekaman dialog, pemilihan lagu-lagu backsound, pendalaman teknik-teknik untuk efek, pembuatan dekor-dekor, pendesainan perangkat efek terbang, pemilihan kostum, serta latihan-latihan dan latihan :)
Buat gue pribadi, proses persiapan adalah adalah the best part dari keseluruhan kegiatan Culture Show tahun ini. Bisa dibilang persiapan CS terlengkap yang pernah gue alamin. Masing2 berperan sesuai tugasnya, sehingga semua merasa ikut memiliki pertunjukkan ini ngga hanya cuman segelintir orang aja yg sibuk. Ngga percuma emang pak Director nya mau ambil Ph.D di Management Construction :)
Dan proses kerjasama ini yang indah dan bermakna rasanya. Mengenal satu sama lain yang tadinya ngga deket jadi lebih dekat, ngerjain sesuatu bareng2, ngelembur, belanja barang2 yang dibutuhin, ketawa, stress, karaoke bareng (kalo stress udah muncak) dan kebersamaan2 lainnya yang dirasakan cukup intens.
Lalu bisa dikatakan, SEMUAnya turun gunung buat ikutan bantu. Bisa jadi karna waktu yang tepat, yaitu abis ujian akhir sehingga rata2 punya banyak waktu ketimbang bengong dan kesepian di dorm ;) Mulai dari mahasiswa, anak-anak, dharma wanita dan dharma pria.
For all of the good things in Culture Show 2004, both the together-ness at preparation and the happiness of the winner feeling :), I would like to thank to you, ALL AIT-Indonesian community for all of attentions and participation, YOU’RE THE BEST AND LOVE YOU ALL GUYS!
Also would like to thank friends from ‘milis-tetangga’ who were very generous, helping me in searching some mp3s;
For Chucheep wr207office-mate , who was very sincere, let me mess up with your mp3s collections;
For Hung ‘doctoral-frenemy’ who still calm even realised that all of clips you sent were for indonesian culture show’s stuff :P and for self-control not to sabotage my clip-rendering-process :)
And last but least, my dear hubby, for all of supports and understanding when sometimes i should spent midnight-hours in office, too busy to cook, too selfish to give attention, and other qualities as imperfect wife, love you more hon!
:)

HAH...?
enda di-anggurin?...
pantesan kemaren-kemaren di YM-nya lebih lama daripada biasanya
wah wah...
:)
pesen dari ninin:
Adduuuhhh...ninin terharu deh mbaca tulisan tante nita...
pesen dari tinus:
It's always been an honor working with you...hehehehe...
Soo...what's for next year??? ;) hahahahaha
ooooh pantesan baru posting lagih ternyata teh nita sibuk ngurusin culture show ini ya... seru banget ceritanya :)
btw, too busy to cook ? hahahaha pantesan enda kurusan tuh teh nita
Roi, hehehe.. minggu2 ng-online aja loe.. hehe. Sebentar kok di-anggur-in nya, udah gitu di-apel-in lagi ;)
Jeng Nin, ah.. bisa aja, saya jadi ikutan terharu nih baca komennya jeng nin ;)
Tinus, thanks.. same-same na kha pa director :) Loe sekolah sutradara gih abis dapet PhD di CM ;)
Ninit, hehe.. ngga masak itu kan artinya beli makanan di kantin atau makan di luar, biasanya lebih (mahal dan) berkalori loo.. ;)
set deh panjang ajah ini postingan :D
Salut pisan, 4 thumbs up (sambil duduk, angkat kaki) sama kekompakan anak-anak AIT. Walaupun gak ikutan, gue ikut ngerasa seneng/ bangga, ngebayangin tim dari Indo kepilih jadi best performance.
Pride to be Indonesian, itu buat gue long forgotten feelings.
Best Performance...? siapa dulu donk....nita....:D
selamat ya.. hebat bisa jadi Best Performance :)
wadu lain kali bantuin pementasannya selpi jeng pasti nanti teaternya juara I lagi... ^^;v
hehe, perasaan senengnya setelah dipikir-pikir emang salah satunya, karena itu ya: setelah begitu banyak berita buruk terus-terusan, seneng aja rasanya sekali-sekali indonesia bisa juga jadi superior :)
Hebat deh Nita (thumbs up) :)
whuaaahh ikutan bangga nih ^__^ omedettou jeng Nita [that's congrats in paanese hehehe]
emang knapa yah kalo lagi ndak ada di tanah indo malah lebih cinta ;p
btw.. itu.. blog gue.. full of japanese kok bukan mandarin hahahaha
Wawawawawa....jadi pengen nonton euhhh...
Selamat yaaa!! Best Performance? Sapa takuuuud
echa, yoihhhh... :P
wibi, hehe, nuhun ah kang! Yah, kalo kabar baik begini sih saya juga bangga banget jd org Indonesia :)
bhima, hehehe, nuhun, tp bukan gue aja kang.. rame2, ini sih bener2 kemenangan bersama deh :)
yanti, thanks yaa..
chrysalic, justru gue yang mau minta ide sama teaternya selpi ah jeng.. :)
enda, iya hon.. makasih ya skali lagi, kalo ndak dibantu kamu, apalah saya ini :)
ucok, hihi.. thx ya cok :)
irini, begitulah jeng Ira, kalo ada di luar indonesia emang penghargaan sama budaya jadi lebih ya :) Btw, oh.. itu japanesse tho, ahak hak... sorry ya :)
zenit, thanks yaa.. gue juga sebetulnya ngga liat jeng, soalnya di blk panggung megangin layar background item itu.. hihihihi
jadi penasaran nih mo liat modif-nya Roro Jongrang ..
btw teh Nit klo Jin di luar negeri putih2 pake selendang item yah?? ^^
alhamdulillah, doa saya ada hasilnya. yah setidaknya setelah tim inggris dibikin pusing gara2 si botak jidan itu kemaren, hr ini ada yg bikin hepi2 dikit.
Padahal sang pangeran sudah berusaha memenuhi permintaan sang putri untuk membangun 1000 candi dalam satu malam, yang kemudian gagal - kurang 1 candi - atas kecurangan pihak Puteri Roro Jonggrang. Huh, dasar cewe :P
uhuuyy... top deh teh nita !!
congratulations buat semua pihak yg ikutan dalam komunitas AIT untuk culture show ini..!!
thumbs up for u, guys..!!
cakeep.. cakeep.. gak sia2 nih. Teh Nit, shownya di copy ke sidi ngga..? mao dong liat rame2 dsindang.. hahaha..
wah keren! keren! keren! maju terus seni indonesia! dan orang-orang di balik layarnya :D
keerreeeennnnnnn selamatt yaa teeeehhhh
aldi, wah gue sih ngga tau jin di sini, belom pernah ketemu sih *amit2 deh...
an, makasih ya an.. didoain. Iya, emang cewe kalo ga mau, pake belit2 segala ya.. :)
t.w., thanks ya neng..
balq, iya bang.. makasih dukungannya ye. Ada sih CD videonya, cuman yang efeknya sih malah item aja keliatannya, kalo asli nya kan main2 lampu ultra violet tea.. Jadi ngga setajam aslinya.. Ntar saya usahakan di upload deh (gede amat ya file nya)
flow, hehe.. makasih ya. Iya, maju trus deh karya seni Indonesia!
ciphie, hihihi.. makasih ya sayang....
Ayo proyek selanjutnya bikin film indie aja nit :) Hehehe... selamet yaaa....
seru deh bacanya... apalagi yang ngalamin prosesnya itu... hebat nit!
Salam kenal buat mbak Nita, aku anak baru nih di Bangkok, jadi seneng aja pas browsing2 nemu blog-nya mbak nita. congrats buat acaranya (denger ceritanya dari mas agus+mas rama). might visit your blog more often.
wah selamat selamat utk mhsw Indonesia .. ternyata ga malu2 dan memalukan ya Nit .. hehehe ..
btw thanks ya ucapannya hihihi .. !!
all i can say is WOW! i always appreciate a performance...coz my childhood was filled with lots of that. seru banget pastinya yah acaranya. gue pasti very much enjoying it. bagus deh membawa nama indonesia....ndak memalukan hehehe....ada nitaaa seehhhh!!!!
Seru banget nih culture shownya. Gue baru nemuin blog loe dari browsing, ceritanya bagus-bagus :)
wah idenya keren banget tuh teh nit.. jadi mikir.. maybe we should do this for indonesian cultural show di nyc. bisa ngasih input gak? ada video nya gak pas acara? biar bisa liat?
wuehhh...keren pisan euy! hebat lah. slamet nya buat semuanya. upload atuh videona. cuplikan juga cukup, esp. epek-epekna! :p
salam kenal bu! mau juga dong di-link :D salam juga buat pak enda-nya.
duh keren sekali sih teh..sampe bengong baca baris perbaris hehehe
dengan cerita Pangeran Bandung Bondowoso yang mengubah Puteri Roro Jonggrang menjadi patung setelah ditolak lamarannya (dasar cowo! :P)
wahh gak adill !! :D :D
kalo emang tu ce gak mau dilmar, jangan ngasi ngasi kesan bahwa dia oke untuk dilamar dunk!.. tolak secara tegas :P.
kok gak ada naskahnya sih