Sabai Nan Aluih Pada zaman
Sabai Nan Aluih

Pada zaman dahulu kala, di Padang Tarok - Sumatera Barat, tersebutlah sepasang suami istri Rajo Babanding dan Sadun Saribai. Mereka hidup bahagia dan memiliki 2 anak, yang laki2 bernama Mangkutak Alam dan yang perempuan bernama Sabai Nan Aluih. Sabai, adalah seorang gadis yang cantik jelita, ramah dan pemberani. Ia pandai menari, pandai berkarate dan pandai menggunakan internet. Sayangnya, Mangkutak Alam sangat berbeda dengan Sabai. Meskipun ia tampan tapi ia sangat sombong dan pemalas. Kerjanya hanya berjudi, tidur dan bermalas2an. Namun, Rajo Babanding sangat mencintai kedua anaknya terutama Mangkutak Alam.
Di desa tetangga bernama Kampung Situjuh, hiduplah Rajo Nan Panjang, seorang pengusaha yang licik dan orang terkaya di Kampung Situjuh karena kekuasaannya yang tak terbatas. Mendengar akan kecantikan Sabai Nan Aluih, Rajo Nan Panjang mengutus perwakilannya untuk meminang Sabai kepada ayahnya Rajo Babanding. Pinangan disampaikan oleh perwakilan Rajo Nan Panjang kepada Rajo Babanding dalam suatu tele-conference di suatu sabtu siang . Dalam teleconference tersebut, Raja Babanding menolak mentah2 pinangan Rajo Nan Panjang, beliau tidak sudi memiliki menantu yang licik yang mendapatkan hartanya dengan cara2 yang tidak bersih. Mendengar Rajo Babanding menolak lamarannya, Raja Nan Panjang amat marah! Dan dia mengingatkan Rajo Babanding akan tradisi yang ada di tanah Minang, yaitu apabila seorang ayah menolak lamaran dari seorang laki2 maka kedua laki2 ini harus berduel di medan laga. Rajo Babanding sangat sadar akan konsekwensi ini dan tidak takut, bahkan untuk menjaga kehormatan keluarganya beliau menantang duel Rajo Nan Panjang pada hari minggu siang di Padang Panabuan.
Bagaimanakah kisah selanjutnya? Apakah Rajo Babanding berhasil mengalahkan Rajo Nan Panjang dan mempertahankan kehormatan keluarganya? Bagaimana dengan Sabai, apa yang akan dilakukannya mendengar duel yang akan dilakukan ayahnya? Bagaimana pula dengan Rajo Nan Panjang?
Saksikan jawabannya di:
Pertunjukan Indonesia - Sabai Nan Aluih
Peserta # 7 - Culture Show AIT
27 Juni 2003, 21.00 di AIT Auditorium
:)
Begitulah kira2 isi sinopsis "Sabai Nan Aluih" yang akan dimainkan temen2 dari Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Thailand (Permitha) cabang AIT Jumat besok. Sinopsis ini bakal dibagiin ke orang2 siang hari sebelum pertunjukkannya. Oya, pertunjukan ini adalah partisipasi Permitha AIT di acara taunan yang diadain kampus gue, judulnya Culture Show. Di acara ini masing2 negara nampilin drama, tarian, dll yang akan dinilai sama juri, dan pada akhirnya diumumin pemenangnya. Pemenang tahun lalu komunitasnya anak Vietnam, dan Indonesia 'cuman' juara ke-2. Mungkin karna kebanyakan main2nya kali ya.. soalnya taun lalu kita teh tampilnya ala operetnya padhyangan/project P gitu.. hehe.. yang full lagu2 barat hehe :) Penonton suka, tapi juri belom tentu. Tapi emang ngebodor lah, nyenengin diri sendiri eta mah :) Ga tau deh taun ini. Dengan Sabai nan Aluih yang dibikin dengan format sendra-tari gitu.. ada tarian.. ada cerita.. ada musik prodigy :) ... dan sedikit penyesuaian cerita dengan dunia modern. Kotemporer kali ya namanya.. ;)
Hmm..ada yang mau nranslate ke inggris sinopsis di atas ngga ya? :)

onde mande .....