Mandi
Mandi pagi tidak biasa
Mandi sore ya sama saja
Tidak mandi sudah biasa
Badan bau luar biasa
Begitulah salah lagu plesetan dari lagu aslinya yang (mungkin) berjudul “Mandi”. Gue rasa plesetan itu sengaja dibikin oleh seseorang yang ngga suka mandi sebagai pembenaran badannya yang bau..hehe :P
Berapa kali kamu mandi dalam sehari? 3 kali? Atau 2 kali? Tentunya tergantung kebiasaan yang diajarkan orang tua kita semenjak kecil. Anak2 Indonesia umumnya diajarkan mandi 2 kali sehari: pagi (sebelum sekolah) dan sore hari (setelah main). Untuk kita, mandi 2 kali sehari ini sudah 'pas' rasanya. Cocok dengan kondisi cuaca Indonesia yang tropis. Ketika beranjak dewasa, biasanya mandi sore berubah jadi mandi malam, seiring kebiasaan mulai pulang malem. Mandi malem memang enak, menyegarkan apalagi kalo setelah itu dilanjutkan dengan tidur.. hmm.... tidur jadi nyenyak deh! :)
Ketika pertama kali dateng ke kampus gue ini. Gue sempet agak bingung ketika hari pertama ikut Orientasi Kampus, di salah point tentang Saran-Saran Kesehatan yang dibuat klinik kampus gue, disitu ditulis 'Dianjurkan mandi 2-3 kali sehari dan menggunakan deodorant, untuk kebersihan badan dan pergaulan yang sehat'.
"Hmm.. kenapa sih ginian aja ditulis? Bukannya udah biasa kan orang harus mandi dan beraroma segar?" demikian pikir gue. Ketika gue tanya sama temen gue, jawabannya adalah karena ada mahasiswa yang berasal dr negara tertentu yang ga suka mandi.
"Masak sih?"
Ternyata oh ternyata, emang kebanyakan orang2 yang berasal dari Asia Selatan (ga usah gue sebutin negara nya ya..) ngga suka mandi. Yupe! Mereka bener2 nyaman ngga tiap hari mandi, juga menggunakan pakaian yang sama berhari2. Mending kalo tubuh mereka ngga mereka ngga berbau *sigh* tapi patut diketahui tubuh mereka mempunyai bau yang 'khas' sebagai akibat penggunaan garlic (bawang putih) yang banyak pada masakan mereka. Gue inget sekali, saat pertama mencium bau 'khas' mereka ini. Suatu kali gue tertarik nonton orang2 "I" yang sedang latihan nari untuk acara kampus. Soalnya mereka kan kalo joged penuh gerakan2 yang asik ditambah musiknya yang ceria, apalagi saat2 itu gue masih inget demam 'Kuch Kuch Hotta Hai'. Gue nonton pada jarak yang cukup dekat dengan para penarinya yang jumlahnya sekitar 10 orang. Temen gue udah nyoba narik gue ke belakang, tapi gue tolak karna gue penasaran liat siaran langsung tari I :) Ketika musik dimulai, semua masih terasa normal, lalu tiba2 beberapa detik kemudian mulailah mereka menari2 dengan heboh, bergerak kesana kemari dan pada satu gerakan tangan diangkat keatas disertai gerakan bergeser-geser, terasa hembusan angin menerjang penciuman gue dengan aroma yaang.. ALAMAK! Langsung gue liat ke belakang, dan temen gue cuman senyum2 dengan tatapan "Aha! Got you!". Langsung deh abis itu gue mundur teratur.. dan menyaksikan latihan mereka dari jarak yang aman.
Belakangan gue tau, kalo di negara asal mereka air itu barang mewah. Susah didapat dan prioritasnya untuk minum/makan bukan untuk mandi. Ditambah lagi pada musim dingin, temperatur di negara mereka bisa sampe 0 derajat celcius. Jadi, mandi bukan sesuatu yang penting. Tapi kan, harusnya kalo disini air begitu mudah didapat juga gratis dan udara yang cukup panas, mbok ya mereka mulai rajin mandi. Ya ngga? Tapi jawaban mereka dong, kalo mereka udah terbiasa mandi disini, pas balik ke negaranya nanti bakal susah adaptasi lagi... *sigh* Terpaksa gue yang tahan napas nih...

Artikel Anda bagus dan enak dibaca.