August 2004 Archives
Perayaan HUT RI KE ke-59 (Rike emang ngetop, hehe) di Bangkok dipusatin di KBRI Bangkok. Acaranya cukup standar: upacara bendera, panggung hiburan, pembagian hadiah lomba-lomba dan door prize. Lumayan seru, karna tahun ini temen2 kampus AIT memborong hadiah2 utama, seperti TV 29 Inch, Tiket Bkk-Jkt-Bkk, serta voucer beribu2 baht. Sedang gue, kebagian voucer makan di resto The Crescendo, mudah2an tempatnya keren dan makanannya enak :) Foto-foto ada di galeri Goblogmedia yang baru launching minggu lalu.
Hari minggu lalu kita kedatengan temen blogger dr Jepang, Ahmad Husni Thamrin a.k.a mas Husni yang kebetulan nyelenggarain workshop di kampus. Setelah makan siang ala Thai (Timur Laut): somtam, ayam bakar, daging sapi bakar dan salad daging sapi di kolam bebek kampus, beliau dipaksa main kasti bareng The Abednego dan temen2 Indonesia lainnya di kampus, tengah hari bolong. Hehehe.. lumayan cape ya mas, udah gitu kalah lagi ya tim kita.. huhuhuhu. Moga2 ngga kapok.
Lalu, selamat ulang taun buat Neng Sylvia Indrarani, yang pada tanggal 22 Agustus lalu genap berusia 25 tahun. Semoga tercapai segala cita-cita ya neng, dan selalu diberi kemudahan serta perlindungan dari Allah SWT. Enteng jodoh juga yaa, maksudnya jodohnya enteng, hehehehe…
Kabar selanjutnya, akhir minggu ini, gue dan enda berencana jalan2 ke pulau-pulau di Thailand Selatan. Perjalanan ini kita kasih nama “Napak Tilas The Beach” (hihihi, jelek amat), karna emang terinspirasi dr si film The Beach-nya Leonardo D’Caprio. Tujuan pertama adalah pulau Samui dan Pha Ngan di teluk Thailand. Kalo nonton The Beach, setting pulau rahasia-nya kangmas Leonardo itu ada di deket Pha Ngan dan disitu juga ada adegan kegiatan Full Moon Party di Pantai Hat Rin di Pha Ngan. Nah aktivitas rencananya dimulai dengan Full Moon (rave) Party di Koh Pha Ngan (Koh = Pulau) yang masih rutin dilakukan setiap terang bulan, katanya sih seru… tapi mari kita lihat nanti.
Abis itu rencananya perjalanan dilanjutkan ke Phuket trus nyebrang Koh Phi-phi di Laut Andaman. Nah di Koh Phi-phi inilah film The Beach ini dibuat. Jadi meski di dalam ceritanya lokasi pulau ada di deket Pha Ngan, tapi syutingnya sih di Pantai Maya di Koh Phi-phi ini. Denger2 pantainya cantik banget.
Begitu lo… doakan saja perjalanannya lancar tanpa gangguan dan sesuai budget, kalo bisa lebih murah malah, hehehe.
:)
Selamat Hari Ulang Tahun Kemerdekaan yang ke-59, Indonesia…
Smoga jaya dan sukses selalu.
Meski badai menerjang, rintangan menghalang,
jangan jadi patah semangat,
Maju terus tanah airku..
Tanah airku, tidak kulupakan
‘kan terkenang selama hidupku
Biarpun saya pergi jauh
Tidak kan hilang dari kalbu
Tanah ku yang kucintai,….engkau kuhargai
Walaupun banyak negri kujalani,
Yang mashyur permai dikata orang
Tetapi kampung dan rumahku,
Disanalah ku rasa senang
Tanah, ku tak kulupakan….
Engkau kubanggakan
(Tanah Air - Ibu Sud)
Beberapa bulan belakangan ini, kosakata gue bertambah yaitu stelah diajarin kata ‘so boo’ ama Vito-nya Jeng Ninin a.k.a tetangga gue. Saat ini Vito baru masuk kindergarten dan istilah ini dia dapet hasil pergaulan di AIT Community School (sekolah tingkat TK-SD-SMP di kampus gue). Masih banyak sih kosakata2 lainnya, tapi yang paling nempel di otak gue sih so boo ini aja.
‘Boo’ (dibaca: buu) ini kebalikan dari istilah ‘Cool’ alias keren (bhs Ind) atau kewl (bhs cyber) :P Menurut pengertian anak2 ait community school yang berhasil gue wawancarai, boo ini bisa jadi payah atau ga keren. Dilengkapi kata ‘so’ jadi so boo yang digunakan untuk menunjukkan sesuatu yang ga cool.
Ga tau deh apa so boo memang berlaku internasional atau hanya lokal aja. Yang gue tahu, boo dalam bahasa Inggris (ga formal) untuk nunjuk sesuatu yang horor, berhubungan dengan hantu.
Gue pribadi berpendapat istilah ini berlaku umum, mengingat lagunya Nelly “Dilema” liriknya begini:
…no matter what I do, all I think about is you…
even though I’m in my boo, baby, I’m crazy all over you…
Ya ga? :)
Mungkin yang (pernah) tinggal di english-speaking country bisa konfirmasi tentang istilah boo ini?
Contoh pemakaian, misalnya, ketika Jeng Ninin sibuk ngobrol ama gue padahal Vito perlu dijawab segera pertanyaannya, maka Vito bakal bilang “Oh Mom, you’re so boo!”
Atau ketika gue ngejailin anak2 tetangga gue dengan bilang aksen Inggris mereka mirip aksennya orang India, mereka langsung rame-rame bilang “Nggak! Tante Nita so boo deh” hehehehe…
Situasi lain misalnya untuk ngomentarin benda. Misalnya:
“Gambar tante Nita ini bagus ngga ya?”
“Nope, it’s so boo Tan!” wakwaw!
Buat gue, so boo bisa juga berarti ‘garing’. Bagi yang ngga ngerti makna garing, bisa membaca referensi Anatomi Kegaringan-nya enda ini.
Contoh-contoh kalimat yang menggunakan kata so boo dalam kehidupan sehari-hari :
“Ya ampun so boo banget sih critanyaa…”
“Wiken gue so boo deh, sebel!”
“Makan di rumah aja yuk, makanan cafetaria hari ini so boo deh”
“Duh tadi si anu bilang gini coba, so boo ya?!”
dst
Gue juga ngerasa so boo nih, kelamaan ngga update blog.
:)
