August 2003 Archives
Alhamdulillah, semenjak tanggal 16 Agustus lalu ibundanya Enda, yang berarti mertua gue tercinta, berkunjung nengokin kita di Bangkok. Betapa bergembiranya kita disini menyambut kedatangan beliau. Apalagi seminggu terakhir Ibu tinggal bareng kita di rumah kita yang mungil dan jauh dari kota :) Senang juga bisa nunjukin tempat ini-itu yang biasa kita kunjungin.
Kedatangan ke Bangkok tentunya ngga akan lengkap tanpa adanya wisata Budaya dan wisata Belanja. Beruntungnya ibu, di 3 hari pertama beliau ikutan tour yang sudah diatur dari Indonesia bersama rombongan ibu2 lainnya, jadinya untuk urusan wisata budaya Ibu sudah cukup terpuaskan oleh pelayanan travel agent-nya yang emang ToB abis. Mulai dari mengunjungi wat (= temple = tempat suci agama budha) yang jumlahnya mencapai jutaan di seluruh Thailand (hiperbola ya gue), pantai pattaya, nonton show banci (yang udah menjalani operasi yg jadinya persis kayak cewek seksi tulen), makan durian, makan di restoran2 enak dan tempat2 wisata lainnya. Bener2 memuaskan deh pelayanannya, sampe kerasanya relatif murah banget dibanding harga paket tournya.
Jadinya, ketika selesai tour tinggal tugas gue untuk menghantar Ibu belanja-belanji. Hmm... I Love this part! ;) Untungnya Ibu nih masih kuat jalan2, dan ga keberatan walopun harus naik bis kota AC atau naek tuktuk (itu lo.. kendaraan yang mirip bajaj yang kaya di iklan Visa-nya Pierce Brosnan), hari panas atau hujan dan sampe malem sekalipun. Pokonya asik deh. Yang lebih menyenangkan lagi, selama beberapa hari wisata belanja di Bangkok ini kita ditemenin Ibu Budiono, istri dari Prof. Budiono Mismail yang bertugas sbg Atase Pendidikan dan Kebudayaan di KBRI Bangkok ini. Jadinya, untuk masalah transportasi ngga masalah. Karena kebetulan Ibu Budiono ini juga lagi perlu belanja2 dalam rangka membantu persiapan salah satu acara di KBRI, jadinya kita bisa ikutan nebeng jalan2 ;). Bener2 beruntung deh Ibu!
Kegiatan kita umumnya seharian, dari pagi sampe malem, dimana malemnya biasanya enda bisa ikutan gabung jalan2 setelah selesai jam kerja. Jadi bener2 tiap hari nih pulang malem teruss..
Pokonya puas banget deh Ibu, menjelajahi mall2 besar dan besar banget :), pasar2 murah di Pratunam, weekend market di Catucak, pasar grosir di Sampeng, pasar buah2an yang biasa gue kunjungin sampe ngintip2 di night bazaarnya Patpong yang banyak klub2 Striptease nya :) Kayanya kita ngga akan berhenti setiap harinya sebelum kata2 "udah ah, cape bangett" keluar.. hehe. Dan sampe rumah, pasti kita bakal ngeluarin barang2 belanjaan dan mengagumi betapa murahnya barang tsb dibeli atau betapa bangganya bisa nawar sekian kali lebih murah dari harga tawar awal. Seneng banget deh pokonya. Tapi, kadang2 di tengah2 keramaian belanja gue suka jadi inget nyokap gue di bandung, betapa senengnya kalo beliau juga bisa main2 kesini suatu saat.. hmm.. mudah2an ada rejeki ya mom.
Hari ini Ibu udah kembali lagi ke Jakarta dan langsung menuju Bandung. Sedih juga pas nganterin beliau terakhir kali di gerbang pemeriksaan paspor di Bandara, setelah lebih dari seminggu ketemu terus. Apalagi liat barang bawaan Ibu yang dibawa ke kabin masih cukup berat (segini aja, bagasinya udah over weight), pengen rasanya gue bawain sampe ke tempat duduk Ibu jadi beliau ngga usah cape2 ngangkat melalui koridor2 terminal yang panjang sebelum beliau duduk di kursi pesawat. Tapi kan ngga boleh...pengantar ga boleh ikut masuk.. hiks! Jadi ngingetin gue how I really miss my own mom... Sono pisan yeuh ka mamah Doain.. mudah2an nita sama enda bisa balik nengok semuanya di bandung tahun ini. Amin.
2 hari lalu kampus gue sempet dihebohkan dengan munculnya Worm Blaster, virus komputer yang membuat komputer kita shutdown secara otomatis setiap kali melakukan koneksi ke internet. Liputan detik tentang worm ini bisa dibaca di:
- 250 Ribu Komputer di AS Terinfeksi.
- Versi Modifikasi Blaster Siap Menyebar
Worm ini hanya menyerang komputer2 yang pake sistem operasi Windows XP dan Windows 2000. Alhamdulillah, komputer gue di rumah aman2 aja karna ngga pake OS tsb. Sementara komputer gue di kantor kampus sempat tercurigai terkena worm ini. Tercurigai? Begini ceritanya...
Saat heboh2nya penyerangan worm ini, Selasa (12/8/03) malem, gue ga langsung ngecek komputer kantor. Baru keesokan harinya gue menyempatkan diri meriksa komputer gue itu. Saat itu, helpdesk kampus gue udah ngumumin cara penanganan/pencegahan bagi komputer yang sudah/belum terinfeksi berikut lokasi2 untuk ngedownload patches-nya. Gue juga dapet kabar kalo komputer2 yang ada di jaringan fakultas gue ngga ada yang kena walaupun kebanyakan pake XP atau 2000, hmm.. jadi aman tho.. tp ndak ada salahnya ngecek kan.. Begitu sampe kantor dan nyalain komputer, tanpa meriksa apa komputer gue terinfeksi atau engga, langsung aja gue bekerja nginstall software pencegah2nya itu. Gue emang agak terburu2 ngerjainnya, soalnya takut kalo ngga buru2 diinstal infeksinya bakal menjalar :) Jadinya ngga terlalu merhatiin perintah2/proses2 yang ada. Pokonya tinggal 'enter-enter' aja deh!
Setelah selesai nginstal dengan menekan sekali lagi tombol 'enter' untuk finishing, gue nyobain nyala Internet Explorer-nya. Ternyata, BLEP! komputer gue langsung shutdown.
Yah, kena ternyata komputer gue. Padahal komputer temen2 sekantor gue aman, padahal udah install patchesnya.. uugh bete aja gue jadinya, garing banget.. ternyata patches yang dikasih ngga mujarab!
Malemnya gue pelajari lagi cara2 menangani si worm ini. Dan tadi pagi, gue kerjakan sekali lagi sesuai perintah dan prosedurnya. Anehnya, pas gue cek di 'Task Manager' & REGEDIT (sesuai anjuran penanganan) ngga ada tanda2 worm itu bermukim di komputer gue. "Tapi kenapa kemaren langsung shutdown ya pas gue masuk Internet Explorer?". Trus, gue lanjutkan dengan install ulang patches-nya. Kali ini gue lakukan dengan pelan2 dan gue baca proses2 yang dilakukan, termasuk bagian akhir saat nginstal yaitu 'restart your computer after finish'.
Oalah! Ternyata komputer gue dari kmaren aman2 aja. Jadi ketika me-restart dengan sendirinya itu bukan gara2 kena worm tapi gara2 otomatis selesai nginstal patches itu, yang kebetulan memang hampir bersamaan dengan IE yang lagi dibuka. Ah!
:)

Inch by Inch, Row by row
Gonna make this garden grow
All it takes is a rake and a hoe
And a piece of fertile ground
Inch by Inch, Row by row
Someone bless the seeds I sow
Someone warm them from below
'Til the rain comes tumbling down
Pulling weeds and picking stones
Man is made of dreams and bones
Feel the need to grow my own
'Cause the time is close at hand
Grain for grain, sun and rain
Find my way in natures chain
Tune my body and my brain
To the music from the land
Plant your rows straight and strong
Temper them with prayer and song
Mother earth will make you strong
If you give her love and care
Old crow watching hungrily
From his perch in yonder tree
In my garden I'm as free
As that feathered thief up there
Ever heard that kids song written by David Mallett? It's beautiful song and kind of 'ear-catching' song. Easy listening and very-very sweet.
Anyway, it's a song about gardening. Even I'm never good or pay so much interests on it, but I'm always feel.. that gardening is such a romantic activity. Maybe if I'll have proper space in my own home, I'll do this gardening things with my lips humming this nice song...
na na na na na na na...
Usually, I'm not that kind of girl who thinks too much about what happened in my country or in this world, anything about politics, war, or crisis. Yeah.. Something like that. I believe, that all of us have our own duty, our own job, our own responsibility.
Then if we do our best in our profession and do our own duty without care too much about or disturbing other’s business, everything will be OK. This world will be just fine. In other word, I was still optimistic that Indonesia still has a chance to get up and show its best to the world! No matter how much problems we have.
But I was starting feel restless when the first big blast happened in Bali, last year. I began hopeless when the wars (US vs. Iraq and Aceh) started, there’s nothing good about war, isn’t it?.
And now I'm really hopeless. About what happened 2 days ago. When a bomb blasted JW Marriott Hotel Jakarta.
Do we still have a chance to have a bright future? Forgive me for being hopeless and pessimist now. I just can’t help it.
I feel so sorry to all of people who lost their family/relatives on that tragedy, may God give you strength. And may all of the dead victims will rest in peace. Amen.
Pertama kali gue makan durian di Bangkok, yaitu saat ada acara makan malam di KBRI kira2 1.5 tahun yang lalu. Saat itu gue takjub selain ngga pernah2nya nemu duren di pesta resmi juga ngeliat penyajian duren sbg dessert. Sebelum hari itu, pengalaman gue dalam makan durian, selalu daging buahnya dipegang langsung dengan tangan, karna isi durian yang gue kenal adalah lapisan daging buah durian yang nempel di bijinya. Tapi disini, durian memungkinkan disajikan ala kue tart.. ditaruh dalam pisin, dipotong dan dimakan dengan garpu. Disini daging buahnya jauh lebih besar dan tebal dibanding bijinya, jadi terbalik: biji durian kecil yang nempel di daging buahnya. :)
Mau pesta durian tp ga mau repot? Gampang! Kebetulan di kampus gue ada pasar tradisional yang punya section durian-nya. Gede juga malah, ada sekitar 15-20 jongko yang jual duren. Ngga semua jongko nyediain pelayanan 'makan di tempat', kebanyakan hanya jual2 aja, kalo mau ngupas.. ngupas sendiri :) Langganan kita, jongkonya orang keturunan Malaysia namanya Muss. Disini lengkap banget, bisa beli buat dibawa pulang (yang akan dipak dengan baik), bisa makan disitu (yang akan dikupasin dengan ramah dan dikasi minum plus air cuci tangan), bisa juga sekedar beli sarung tangan buat ngupas duren dan pisau duren (yang dijamin tajem bangettt). Jadi kita tinggal dateng sambil bawa tissue aja :)
Pertama2 kita tawar2an dulu harga durennya. Umumnya dalam satuan per-kilo buah utuh (termasuk kulit). Harga ini biasanya tergantung jenis durian (monthong, ceni dan apa ya satu lagi gue lupa..) dan kadar kematangannya.
Orang Thai kebanyakan lebih suka durian yang cukup matangnya (yg mana buat selera org Indonesia sih umumnya dianggap belum matang), jadi dagingnya belum terlalu empuk dan kalo dipegang ngga nempel di jari. Duren kayak gitu disini istilahnya suk-suk artinya matang.
Sedang orang Indonesia, biasanya suka yang udah empuk, hangat dan yang kalo dipegang agak2 lengket :) Istilahnya disini ngom artinya empuk/terlalu matang. Untung bagi kita, soalnya durian yang ngom ini biasanya lebih murah daripada yang suksuk. Bedanya sekitar 5-10 baht per kilonya. Satu buah durian monthong yang sedang umumnya 4-5 kilo. Durian monthong ini adalah durian yang ukurannya paling besar dibandingnya jenis lainnya. Sedang harga durian, berkisar antara 15-35 baht per kilo (Rp. 3000 - 7000) tergantung musim. Jadinya satu buah itu, harganya berkisar antara Rp. 12 ribu - 35 ribu-an.
Abis tawar2an harga, selanjutnya kita pilih2 durian yang mana aja yang ingin dibuka, setelah itu ditimbang dulu. Sudah itu langsung dikupas dengan profesional oleh pedagangnya. Dan kita tinggal menikmati... Mmmm... enyak..enyak! Kalo kurang, tinggal pilih lagi atau sebut aja.. pengen yang besar/kecil, ngom/suksuk.. nanti dicariin lagi sama abangnya. Dan seperti layaknya di indonesia, kalo ada duren yang busuk atau jelek, kita ngga usah bayar (walopun ada yang iseng makan..hehehe). Gitu deh sampe mabok :)
Salah satu efek samping dari makan duren (selain bikin gemuk) adalah panas dalam. Untuk itu jangan khawatir, sebab ada obat tradisional untuk mencegah panas dalam akibat makan duren, yaitu dengan meminum air putih yang ditaruh di bagian dalam kulit durian yang kosong. Pasti pernah denger tentang hal ini kan? Satu saat, ada rekan gue yang melakukan kebiasaan ini disini.. abis kenyang makan durian, dia taro air di kulit durian.. dikocok2.. kemudian diminum. Adegan ini ternyata bikin pedagang durian yang menyaksikan jadi terharu. Disangkanya temen gue masih kepengen makan duren tapi ngga punya duit (sampe bela2in minum air dari kulit durian), langsung deh temen gue itu mendapatkan 1 durian gratis dari sang pedagang... hehehehe... Kocak!
:)


COLDPLAY, band rock asal Inggris, yang dimotori: Chris Martin (vokalis yang juga pacarnya Gwyneth Paltrow), Jon Buckland (gitaris), Guy Berryman (bassist) dan Will Champion (drumer) tanggal 29 July 2003 lalu menggelar konsernya yang pertama kali di Bangkok, tepatnya di gedung Impact Arena - Muangthongthani. Tanggal 29 July itu juga kebeneran bersamaan dengan hari ulang taun ke-28 hubby gue tercinte :) jadinya memang jauh2 hari direncanakan kita bakal nonton konser itu sbg perayaan ultahnya enda.
Anggota2 COLDPLAY ini menurut artikel yang gue baca sih ketemu pertama kali pada awal 90-an saat jadi mahasiswa di University College of London (UCL), yang setelah pertemanan beberapa lama akhirnya bikin band Coldplay ini bukan untuk jadi artis rekaman yang terkenal di tv tp dengan tujuan pengen bikin musik yang bagus melalui lagu2 ciptaan sendiri yg jujur dan bergairah.
"...That you can try to be catchy without being slick, poppy without being pop, and you can be uplifting without being pompous..." (Chris Martin)
Cool na?
Dengan semangat mau nonton Coldplay, sudah sejak 2 minggu terahir ini theme song di rumah kami bernuansa musik2nya Coldplay dari pagi sampe malem, biar terbiasa.. sukur2 kalo hapal :) Apalagi setelah detta, rekan blogger dr Jakarta yg berencana mengunjungi bangkok, dengan antusias pengen ikutan nonton konsernya juga. Jadi tambah smangat deh.
Pada harinya, setelah menjemput Detta dan Noya di hotel kita berempat langsung menuju Impact Arena yang emang agak jauh dari pusat kota bangkok. Sempet tegang pas karna supir taksinya ngga ngerti dimana yang namanya "Impact Muangthongthani" yang kemudian disadari ketidak ngertian dia karna pelafalan yg kita sebutin itu ngga bener, dan akhirnya setelah mencoba beberapa lafal "Muangthongthani" berkali2.. akhirnya dia ngerti juga.. "Chaai, Muangthongthani na?" Lah! Dari tadi kita juga nyebut apa emang? hehehe.. susah emang ngomong sama orang Thai.
Setelah sampe, kita buru2 makan dulu... soalnya laper banget. Ada banyak stand2 fast food dan minuman yang disediain termasuk fast food makanan Thai yang harganya lebih murah dibandingin american fast food. Gampang deh cari makan. Orang2 masih banyak yang nongkrong2 di luar gedung. Bule2nya banyak bangetttt, sama banyaknya dengan orang2 Thai yang ada rasanya. Orang Asia lainnya yang non-Thai (kayak kita2 ini) juga terasa cukup banyak.
Abis makan, kita mulai masuk deh. Kita duduk di tribun, maklum yang paling murah :) Sebelum masuk diperiksain dulu sama securitynya, ada larangan bawa kamera dan alat perekam lainnya. Noya, yang bawa kamera, 'tertangkap' sama petugasnya dan disuruh balik lagi untuk naro kameranya di tempat penitipan *sigh*. Padahal detta yang bawa kamera juga bisa lolos (pake ilmu sirep ya det? hekhek), tapi akhirnya setelah sedikit 'tipu2' Noya bisa masuk lagi tanpa harus ngantri dulu di penitipan barang.
Daan... Masuklah kita. Waaaww... tempatnya besar banget, dan yang pasti penontonnya banyak banget. Emang ada sih beberapa spot di tribun yang masih kosong, tapi bagian bawah depan panggung sih penuh total deh. Padahal tadinya kita (khususnya gue ama enda) udah pesimis konser ini bakal dibatalin karna kekurangan penontonnya. Ternyata Coldplay se-ngetop itu juga ya :)
Dan jreng deh konser dibuka dengan band pembuka grup band Procold! hehe garing. Ngga dink.. ngga pake band pembuka, langsung deh Coldplay menggebrak dengan salam ala Thai 'Sawadeekhap!' yang langsung disambut histeris sama fans2nya. Lagu pertama Politik dari album nya yang kedua. Awal2 penonton masih adem2 ayem... selain belom panas juga lagu2nya coldplay mah emang agak susah dipake goyang kali ya, jadi emang belum ada gerakan berarti. Tapi Chris, sang vokalis, emang kewl abis deh... setiap kali nyanyi sambil main piano gaya dia tuh yang ngaco banget... kayak orang cacat mental yang lagi kejang2 gitu deh.. dengan kepala miring2 dan mukul2 tuts piano (kaya yang asal padahal engga lo..).. trus kakinya juga yang menghentak2 ga jelas gitu. Tapi suaranya Top lah.. naik-turun, kadang lirih kadang teriak.. hmm bener2 penyanyi kaliber Internasional deh! :) Ada sekitar 15 lagu yang dinyanyiin melem itu, diambil dari 2 albumnya mereka: Parachutes dan A Rush of Blood to The Head. Favorit gue pas lagu Yellow, Clocks, dan The Scientist. Di tengah2 konser Chris sempet nyanyiin lagu What A Wonderful World - nya Louis Armstrong sambil main piano, waa.. bagus deh.
Panggungnya ngga terlalu aneh2.. ada piano di tengah2 buat si Chris nyanyi walo kadang dia nyanyi sambil ngegitar. Di sisi kiri-kanan atas panggung ada 2 layar besar yang ngeliatin kondisi di panggung. Lalu di tembok belakang panggung, ada 4 layar berjajar, yang masing2 ngeliatin Chris, Jon, Guy dan Will dengan aksi panggung masing2. Trus, lampunya menyorot kesana-kemari dan turut menghentak2 sesuai irama lagu... asik deh. Gue rasa tukang lampunya tau banget lagu2nya coldplay kapan jeda kapan mulai lagi dst, jadi lebih asik dinikmatinya, ngga asal nyorot kiri-kanan-atas-bawah. Celu-celu...!
Di bagian akhir konser, Chris bilang kalo Will (drummer) bakal ulang tahun tgl 31 July, jadinya kita se-stadion pada nyanyi lagu "Happy Birthday" bareng2.. Wohooo.. hubby gue langsung senyum2 aja, berasa dinyanyiin lagu happy birthday sama Coldplay and fans :) Met Ulang taun lagi ya say... :)
Trus mereka keluar panggung deh setelah bilang 'bye-bye'.. tapi gue masih merasa ada yang kurang dan lagian lampu juga masih gelap trus.. ini sih bukannya udah standar para artis bukan: pura2 bilang 'bye-bye' tapi ternyata balik lagi? Jadi kita sih ngga beranjak dari tempat duduk walopun orang2 mulai berturunan :) Dan bener aja, setelah teriakan2 heboh para fans akhirnya mereka ber-4 muncul lagi.. menggebrak dengan lagu andalan dr album ke-2: 'In My Place'.. hehehe.. ngga mungkin banget lah lagu itu ngga dinyanyiin, wong paling ngetop toh... Yeah, bagian ini juga jadi favorit gue.. soale kompak banget se-stadion nyanyinya.
Abis lagu ini bener2 berakhir deh konsernya. Trus sebelom pergi, Chris promosi website 'Make Trade Fair' , yaitu kampanye yang dibuat Oxfam dimana Chris (dan Coldplay) sendiri cukup aktif dalam gerakan ini.
Selesai kita langsung menuju keluar dan cukup lama mondar mandir nyariin taksi. Akhirnya kita nebeng song-teaw (kayak angkot deh) dulu untuk menuju jalan besar dan baru dapet taksi dari sana. Trus anter detta dan noya ke hotelnya lagi di daerah Silom, baru deh kita berdua balik ke kampus yang cukup jaaouuuhh dari pusat kota bangkok.
Thank you ya det..noy.. sudah berkenan bergabung dengan kami :)
*Liputan dari harian Bangkok-Post bisa diliat disini*

