June 2003 Archives

Am I in the right room?

| | Comments (1)

Disalah satu episod Friends season 9 (hayo.. sapa yang suka nonton Friends) diceritain kalo Chandler ngerasa cuman dia satu2nya yang bekerja tidak sesuai dengan keinginannya dibanding istrinya, Monica, atau teman2nya Ross, Joey, Rachel dan Phoebe. Monica kerja sebagai koki restoran, sesuai dengan hobi dan keahlian memasaknya. Ross, kerja sebagai paleontologist memang tergila2 dengan Dinosaurus dari kecil. Joey, kerja sbg aktor dan memang berusaha keras untuk mendapatkan mimpinya itu. Rachel, kerja di Ralph Lauren sesuai dengan minatnya di bidang fashion. Dan Phoebe, kerja sebagai tukang pijat yang memang cinta dengan pekerjaannya. Episod itu berahir dengan keputusan Chandler untuk ninggalin kerjaannya.

Kalo bicara soal kerja.. kadang2 gue suka bingung juga apa gue senang dengan apa yang gue kerjaan skr ini. Tentang jadi dosen sih, gue memang suka ngajarin orang tentang apa2 yang gua tahu. Cuman, salah satu konsekwensi dengan jadi dosen ya.. gue musti harus selalu belajar dan karna pendidikan formal gue belum cukup maka gue sekolah terus lah sampe skr ini. Sebetulnya tentang belajar pun, gue suka dengan kegiatan belajar..apalagi kalo buat ngadepin ujian... gue suka berdiam2 di perpustakaan ngerjain soal.. ngulik soal.. atau diskusi tentang penyelesaian soal sama temen gue. Puas dan nyaman banget rasanya kalo bisa mengerti-ti-ti-ti satu soal yang tadinya gue ngga ngerti. Tapi gue punya kelemahan dengan membaca, gampang ngantuk. hihi. Dan skr gue punya masalah dengan pengerjaan riset gue. Sepertinya ketertarikan gue sama bidang gue ini lagi turun. Gue lebih gampang tertarik sama hal2 lain yang berbau 'kesenangan'. Kayak browsing internet, blogwalking, dengerin musik, nonton film, ngulik adobe premier atau sound editor. Sampe temen sekantor gue bilang gue salah jurusan gara2 kbanyakan main sama software movie-maker atau sound-editor. Parah deh...

Gue jadi wondering nih.. apa gue berada di 'ruangan' yang benar atau sekedar lagi bosen aja. Kayaknya kelamaan kalo dibilang bosen sih.. Ah, sudahlah.. gue pengen cepet2 selesai sekolah nih.. Paling engga, bulan ini harus segea selesai in Progress Exam. Hhh... wish me luck ya.

Sabai Nan Aluih

Pada zaman dahulu kala, di Padang Tarok - Sumatera Barat, tersebutlah sepasang suami istri Rajo Babanding dan Sadun Saribai. Mereka hidup bahagia dan memiliki 2 anak, yang laki2 bernama Mangkutak Alam dan yang perempuan bernama Sabai Nan Aluih. Sabai, adalah seorang gadis yang cantik jelita, ramah dan pemberani. Ia pandai menari, pandai berkarate dan pandai menggunakan internet. Sayangnya, Mangkutak Alam sangat berbeda dengan Sabai. Meskipun ia tampan tapi ia sangat sombong dan pemalas. Kerjanya hanya berjudi, tidur dan bermalas2an. Namun, Rajo Babanding sangat mencintai kedua anaknya terutama Mangkutak Alam.

Di desa tetangga bernama Kampung Situjuh, hiduplah Rajo Nan Panjang, seorang pengusaha yang licik dan orang terkaya di Kampung Situjuh karena kekuasaannya yang tak terbatas. Mendengar akan kecantikan Sabai Nan Aluih, Rajo Nan Panjang mengutus perwakilannya untuk meminang Sabai kepada ayahnya Rajo Babanding. Pinangan disampaikan oleh perwakilan Rajo Nan Panjang kepada Rajo Babanding dalam suatu tele-conference di suatu sabtu siang . Dalam teleconference tersebut, Raja Babanding menolak mentah2 pinangan Rajo Nan Panjang, beliau tidak sudi memiliki menantu yang licik yang mendapatkan hartanya dengan cara2 yang tidak bersih. Mendengar Rajo Babanding menolak lamarannya, Raja Nan Panjang amat marah! Dan dia mengingatkan Rajo Babanding akan tradisi yang ada di tanah Minang, yaitu apabila seorang ayah menolak lamaran dari seorang laki2 maka kedua laki2 ini harus berduel di medan laga. Rajo Babanding sangat sadar akan konsekwensi ini dan tidak takut, bahkan untuk menjaga kehormatan keluarganya beliau menantang duel Rajo Nan Panjang pada hari minggu siang di Padang Panabuan.

Bagaimanakah kisah selanjutnya? Apakah Rajo Babanding berhasil mengalahkan Rajo Nan Panjang dan mempertahankan kehormatan keluarganya? Bagaimana dengan Sabai, apa yang akan dilakukannya mendengar duel yang akan dilakukan ayahnya? Bagaimana pula dengan Rajo Nan Panjang?

Saksikan jawabannya di:
Pertunjukan Indonesia - Sabai Nan Aluih
Peserta # 7 - Culture Show AIT
27 Juni 2003, 21.00 di AIT Auditorium

:)
Begitulah kira2 isi sinopsis "Sabai Nan Aluih" yang akan dimainkan temen2 dari Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Thailand (Permitha) cabang AIT Jumat besok. Sinopsis ini bakal dibagiin ke orang2 siang hari sebelum pertunjukkannya. Oya, pertunjukan ini adalah partisipasi Permitha AIT di acara taunan yang diadain kampus gue, judulnya Culture Show. Di acara ini masing2 negara nampilin drama, tarian, dll yang akan dinilai sama juri, dan pada akhirnya diumumin pemenangnya. Pemenang tahun lalu komunitasnya anak Vietnam, dan Indonesia 'cuman' juara ke-2. Mungkin karna kebanyakan main2nya kali ya.. soalnya taun lalu kita teh tampilnya ala operetnya padhyangan/project P gitu.. hehe.. yang full lagu2 barat hehe :) Penonton suka, tapi juri belom tentu. Tapi emang ngebodor lah, nyenengin diri sendiri eta mah :) Ga tau deh taun ini. Dengan Sabai nan Aluih yang dibikin dengan format sendra-tari gitu.. ada tarian.. ada cerita.. ada musik prodigy :) ... dan sedikit penyesuaian cerita dengan dunia modern. Kotemporer kali ya namanya.. ;)

Hmm..ada yang mau nranslate ke inggris sinopsis di atas ngga ya? :)

Lagu Paling Sedih di Dunia

Lagi nyari lagu yang paling sedih di dunia..
Lagu yang kalo kebanyakan orang denger.. langsung ngerasa sedih...
Mungkin lagu tentang putus cinta, perpisahan, ditinggal pergi orang tercinta, penderitaan...

Lagu apa ya?
Sejauh ini kepikiran lagunya OST Titanic: My Heart Will Go On..

Ada yang punya ide lain?

Green Tea When I was

| | Comments (1)

Green Tea

When I was in Bandung, I never liked green tea. I always thought that it was a drink for old people or for people in diet program ;) Maybe it was because the advertisements who made me believe that. Yeah, in Green Tea's advertisement, they always called it as a healthy drink (which is sounds interesting for old people), good for diet or able to decrese your high calories.

But here, since I coudn't found 'Indonesia's Number One Tea', the so called 'teh botol' (or 'tea in a bottle'), I was starting glance to green tea. Here, they sell it in a nice package. In a can (like coke), bottle, or carton. And there're various brands also, like Unif and Lipton. Yeah, Lipton not only sell ice lemon tea as I knew it before. They also produce green tea and peach tea (don't try peach tea, the taste's so suck!).

And I become a Green Tea Lover now. Always curious to taste different kind of brands of green tea. This drink is quite popular in Thailand, many vendors provide it.. Bakeries, Restaurants, Small Beverages Booth, fast food vendors, etc. In my campus, there are (at least) 3 kinds of green tea I can enjoyed which are sold by 3 different vendors. It haven't mention various brands for packaged green tea . Then could be more than 3! My favourite was the one that is sold near my building by a small food-vendor. They sell it like bubble tea, with some small jellies, a lot of ice (yeah!), green tea and (a little bit) milk. So yummmyyyy!

Another popular tea in Thailand is Thai's Ice Tea. We called it 'Cha Yen'. Actually, it's a tea (a regular one, black/brown tea) with some milk and ice in it. Many non-Thai people called (and thought) it as 'Thai Tea' but actually you can make it at home by yourself, don't need visit Thailand or Thai restaurant to enjoy it. The secret is in a composition of milk in that Thai Tea, which will give the special taste. Nestle, recently, launched cha yen powder under a brand called 'Tea Time'. It was prepared for modern (uncomplicated) people who are that lazy to make this tea :) Including me, of course. I don't know whether this Tea Time are sold in other countries. Somebody can give the information?

Yeah, it's time to change my way of drink from 'coffee' to 'tea', especially Green Tea. If I won't healthier, at least green tea is cheaper :)

Ngunyah Es Batu

Apakah diantara pembaca blog ada yang suka ngunyah es batu? Atau hanya gue aja? :) Yap! Gue suka ngunyah es batu. Ngunyah es batu itu enak, seger, dingin (bikin bibir dingin) ;) dan mengasyikan! Sebetulnya sudah agak lama gue suka ngunyah es batu, dari semenjak di Bandung pun udah ada 'bakat' untuk suka. Cuman, seringkali kebiasaan ini harus terhambat, karna somehow ngunyah es batu itu ngga sopan di Indonesia, apalagi kalo cewe. Sementara, gue ketemu es batu seringkali pada saat ada acara di depan umum (jarang di rumah). Misalnya, minum coca cola es di McD atau minum es jeruk di tukang bakso atau minum softdrink di pesta perkawinan, dll. Jadinya ngga bebas untuk ngunyah2 es batu, karna baru gue 'kriuk-kriuk' ngunyah es batu trus orang2 di sekitar gue mulai memperhatikan dengan pandangan
'Eh cewe, sopan dikit dong!'.

Tapi setelah di Bangkok ini, kebiasaan ini secara resmi gue legal-kan. Kenapa? Karna banyak orang Thai yang suka juga ngunyah es batu. Bahkan, umumnya minuman dingin di restoran/fast food disajikan dengan banyaakkk.. banget es batu, sekitar 7/8 gelas lah (buset.. banyak amat ya!). Lalu, dimana2: di restoran, di bus, di kampus, di jalan, di mall, sering banget gue nemu orang2 yang lagi nikmatin 'ngunyah es' setelah minumannya habis (jadi gelas plastiknya ngga langsung dibuang begitu..). Ngga cowo-cewe, bapa2-ibu2, anak2-orangtua, semua kalangan! Kriukk..kriuk.. aahh.. asik banget lah! :) Jadi gue ngga perlu malu2 lagi dan bebas untuk ngunyah es kapan saja di mana saja .. hehehe..

Gara2 kebiasaan ini, kocaknya, gue jadi suka merhatiin bentuk2 es batu dan punya es batu favorit keluaran restoran tertentu. Iya, soalnya.. ternyata es batu ini tampilan, bentuk dan ke-keras-an nya juga berbeda. Ada yang kecil2 banget sampe mirip kerikil2 halus, ada yang besar2, ada yang agak 'empuk', ada yang keras banget, ada yang cepat mencair, ada yang tahan lama (meskipun ngga dimasukin freezer), yang bening, yang agak putih (ngga bening), dll.
Favorit gue adalah, es batu di minuman Dairy Queen dan Dunkin Donuts. Hmm.. ukurannya cocok banget buat langsung dikunyah (bite size), trus ngga terlalu keras kayak es batu yang suka kita bikin sendiri, dan porsinya pas. Jadi kalo abis minum coca cola misalnya, kalo orang (Indonesia) lain bakal menghabiskan dalam waktu 10 menit setelah itu siap2 ngebuang gelas plastik minuman tsb, gue bisa sampe 30 menit. Soalnya setelah coca colanya abis, ada kegiatan ngunyah2 es batu, dan kadang kalo mencair.. gue dapet bonus air putih :P

Paling asik itu kalo gue minum minuman dingin bareng temen2 Thai pengunyah es batu juga. Setelah minuman abis, kita bakal bareng2 menikmati ngunyah es batu. Kriuk..kriuk.. bergantian..tanpa harus khawatir orang lain bakal menatap heran... hehe.. Seru!

Raja

Setiap kali nonton film di bioskop di Thailand, sebelum film diputer penonton diminta berdiri untuk memberikan penghormatan pada raja. Pada saat penghormatan tsb, akan diputar trailer dan lagu kebangsaan untuk Raja. Trailer dibuka dengan foto-foto Raja, ketika Raja naik tahta, menjenguk rakyat sakit, menyentuh tangan seorang tua, melompati jembatan di sungai kecil dan di berbagai kegiatan dengan kamera selalu tergantung di dadanya. Foto-foto Raja diselingi klip rakyat Thailand berbagai kalangan yang sedang memberikan sikap penghormatan (sikap sawasdee/wai), nelayan di laut sambil menatap matahari senja, anak sekolah yang memeluk erat foto raja, sekumpulan anak muda (dengan pakaian gaya) tertunduk di kuil, dan wajah orang2 tua yang penuh cinta pada Raja. Betapa rakyat Thailand mencintai dan menghormati sosok Raja ini.
Sedangkan lagunya adalah hymne kebangsaan khusus raja yang, seperti umumnya lagu kebangsaan, terdengar khidmat dan indah. Di salah satu bioskop, lagu itu dinyanyikan ala acapella dengan irama yang lambat2 dan syahdu. Menyesakkan dada.

Tradisi ini, mungkin mirip dengan menyanyikan lagu kebangsaan pada acara2 pertandingan olahraga di Amerika. Dan herannya, meski sudah belasan kali nonton film di bioskop Thailand, tetap saja tiap kali gue masih terkagum-kagum dan merasa terharu dengan acara penghormatan ini. Bisa jadi karna trailer yang ada (tiap jaringan bioskop, trailernya beda2) selalu indah.. juga aransemen dan pembawa lagu yang khidmat dan menyentuh. Ini ada lirik, terjemahan (bebas ala gue) dan file mp3 dari hymne ini.

King's Anthem

Kami, abdi setia Yang Mulia, Memuja dengan sepenuh hati, Pada Sang Pelindung Kerajaan Tertinggi , Raja teragung, Sempurna dengan kebajikan, Dibawah peraturanmu yang adil, Kami abdimu, Menerima perlindungan dan kebahagiaan; kemakmuran dan damai; Dan kami berdoa Smoga apa yang dicitakan Yang Mulia Akan selalu terpenuhiKha wora Phutta Chao Ao mano lae sira kran Nop Phra-pumi ban boonya direk Ek barroma Chakarin Phra Sayamin Phra Yodsa ying yong Yen sira pruo Phra bariban Pon Phra kunta raksa Praung pracha pen sooksarn Khor bandarn Ta prasong dai Jong sarit Dang, wang, wora hareutai Dutja tawai chai chaiyo.

Perasaan 'cinta raja' seperti ini, salah satu yang bikin gue sirik dan cemburu dengan negara Thailand ini. Mereka punya Raja, seorang tokoh pemersatu bangsa yang dicintai dan mencintai rakyat. Sedikit aja seseorang (apalagi orang asing) mengatakan hal yang kurang baik tentang Raja, orang Thai terdekat akan merasa marah dan sakit hati. Seorang teman gue dari Vietnam pernah ngalamin hal kayak gini, padahal maksud dia bercanda. Kebayang kan, gimana sang Raja ini selalu di hati rakyatnya? Bener-bener sirik gue dibuatnya. Meski waktu SD dulu gue tau, kalo Pancasila adalah 'alat pemersatu bangsa', tapi susah rasanya untuk bisa benar-benar merasakan itu. Dulu, tanpa gue sadari, bertahun2 gue pernah mencintai sosok Presiden Soeharto, Bapak Pembangunan Indonesia. Seseorang yang terlihat arief bijaksana, memberi rasa aman dan cukup membanggakan karena disegani di luar negeri. Rasa cinta itu harus berubah menjadi sedih, menyadari 'ketidak sempurnaan' beliau yang mengakibatkan kerugian dan sakit hati orang banyak. Di hari-hari kejatuhan beliau, gue salah satu orang yang cukup bersedih karena beliau adalah satu2nya tokoh negarawan Indonesia yang tertanam dan mengakar di diri gue (ya iya lah, belajar PMP kan dari SD, udah gitu gue orangnya sentimentil apa2 dimasukin ke hati). Benci tapi rindu, hehehe, begitu kira2 perasaan gue pada beliau itu.

Raja Thailand saat ini adalah, masih sama dengan yang tercantum di buku PSPB gue kelas 3 SD, King Bhumibol Adulyadej atau King Rama IX. Beliau lahir di Massachusett, Amerika tahun 1927 dan naik tahta tahun 1946 karna raja sebelumnya, yang juga saudara kandungnya, terbunuh. Umur 19 tahun artinya. Saat itu dia meminta untuk menyelesaikan terlebih dahulu juga mengubah major studinya dari 'Science' ke 'Political Science & Law' di Swiss sebelum menjalankan fungsinya sebagai raja. Setelah itu beliau kembali ke Thailand, dan menjadi raja yang menghabiskan waktu bertahun2 untuk keluar masuk wilayah pedesaan2 di kerajaan Thailand untuk bertemu, bicara dan mendengarkan rakyatnya. Seperti di dongeng2 aja ya. Dari situ sang Raja bahkan bisa bikin beberapa teori dan konsep tentang jaringan irigasi yang sampai sekarang memajukan dunia pertanian Thailand. Selain kegiatannya sebagai raja, beliau juga seorang musisi, bisa main saksofon dan karya2nya banyak dipublikasikan. Dia juga bisa melukis, menulis buku, memahat (bahkan bisa bikin kapal kayu segala) dan hobi fotografi juga. Kalo liat dokumentasi foto2 raja, selalu terlihat kemana2 dia bawa kamera, mereknya Canon. Publikasi yang bagus tuh buat Canon :)

Terakhir, walopun gue terkesan banget sama King Rama IX ini, gue tetep termasuk orang yang berjiwa patriotik. Ngga mudah untuk mengingkari rasa cinta gue sama tanah air dan berpaling dari Indonesia, ada atau ngga ada seorang tokoh pemersatu bangsa Indonesia. Gue hanya betul2 merindukan sosok pemersatu bangsa Indonesia yang benar2 memberi ketenangan pada rakyatnya. Mungkin ngga suatu saat kita punya ya?