Warning: Creating default object from empty value in /home/kyxhtanx/public_html/nita/wp-content/themes/canvas/functions/admin-hooks.php on line 160

Saving Angelina Yofanka

 

I always knew that you are special!

Namanya Angelina Yofanka, 15509033, mahasiswi kami di program studi Teknik Kelautan (KL) angkatan 2009. Sejak awal saya melihatnya, ada yang istimewa dengan anak ini. Diantara mahasiswi 2009 lainnya, dia sangat menonjol, mungkin karena postur tubuhnya yang tinggi dan saat pertama masuk KL potongan rambutnya yang sangat pendek, berbeda dengan mahasiswi lainnya. Fanka ikut di beberapa kelas yang saya ajar: KL2101 Anrekdas 1, KL2201 Anrekdas 2 dan KL4101 Manajemen Konstruksi Bangunan Laut. Sebagai pelajar, Fanka adalah mahasiwi idaman para dosen: nilai ujian selalu baik, aktif/sering bertanya/berkomentar di kelas dan tentu saja pintar. Belakangan saya baru tahu IPK nya ternyata 3,6, dan pernah mendapat penghargaan Dean List dr dekan.

Sering dalam berbagai kesempatan diskusi dengan dosen lain, nama Fanka disebut-sebut sebagai salah satu yang paling pandai di angkatan 2009.

-

It’s my pleasure to call you our student

Pada persiapan pelaksanaan Oceanovolution yg diadakan Keluarga Mahasiswa Teknik Kelautan (KMKL) November 2011 lalu, sebagai dosen kemahasiswaan, saya berkali-kali berdiskusi dengan Fanka, karena dia adalah salah satu motor panitia yang bertugas menghubungi pihak luar kampus. Beberapa kali saya di cc ketika dia mengirimkan email ke beberapa pihak luar untuk meminta bantuan sponsor, dari caranya bertutur saya melihat Fanka adalah seseorang yang santun. Hal ini tentunya cukup istimewa mengingat beberapa tahun terakhir saya sering mendapat keluhan dari dosen/alumni di perusahaan luar kampus yang merasa tidak berkenan dengan email/sms yang dikirim oleh mahasiswa2 kami untuk berbagai keperluan (permohonan magang, permohonan dana, dll). Pada saat panitia promosi radio ttg Oceanovolution, kebetulan saya mendengarkan, dari beberapa tim KMKL yg ikut berpromosi saya nilai Fanka yang paling bisa mengimbangi penyiar di radio tersebut untuk mempromosikan acara Oceanovolution itu.

Dan puncaknya, ketika acara seminar Oceanovolution berlangsung, betapa bangga kami sebagai dosennya, mendengar pujian langsung dari beberapa pembicara/sponsor yang hadir saat itu. Pak Kemal Heryandi (Direktur Pelabuhan dan Pengerukan Pelabuhan/Ditjen Hubla) sempat menyampaikan: “Tadinya saya ragu untuk sponsori acara ini, tapi gara2 Fanka yang berapi-api menjelaskan acara ini akhirnya nyumbang juga deh..”. Bukan hanya pak Kemal, setidaknya 3 komentar dari sponsor yang hadir dalam seminar itu  menyampaikan hal yang serupa: “Mahasiswa loe keren nit!”.

-

God we need your miracle

Senin (7 Februari 2011) subuh saat saya sedang tergesa-gesa bersiap untuk beraktifitas, iseng-iseng saya cek twitter, dan dapat pesan dari Ersa, salah satu alumni KL, yang mengabarkan bahwa Fanka hilang setelah jatuh saat melakukan arung jeram di Sungai Cikandang Garut. Jantung saya rasanya berhenti. Saya sering mendengar berita buruk tentang orang yang hilang di gunung atau kegiatan pecinta alam lainnya, tapi berbeda sekali ketika orang yang hilang itu dikenal. Panik, mungkin itu kata yang bisa menggambarkan perasaan saya. Sempet saya search twitter berkali2, jangan2 sudah ada kabar baik tentang Fanka, tapi ya nihil.

Uh, Fanka oh Fanka, kemana kamu nak.. Bayangan wajahnya menari-nari di mata saya: Lesung pipitnya saat tersenyum, gerakan mata dan cara bicaranya ketika presentasi di kelas MKBL (tentang How to Detect  Lies) dan suaranya saat berapi-api menerangkan tugas besar MKBL (kami dari PT. PERKASA!).  Semoga Tuhan menjagamu.

Kami berdoa dan semua berdoa untuk keselamatan Fanka. Kami berharap mukjizat Tuhan, untuk membawa Fanka kembali ke tengah kami semua. Beberapa anak KMKL dengan semangat selalu mengatakan bahwa banyak kejadian-kejadian lain mirip dengan peristiwa ini berakhir dengan bahagia, dimana sang survivor ditemukan dalam keadaan selamat ditemukan di gunung atau ditemukan warga kampung, bahkan ada yang sudah pulang ke rumah dengan menumpang angkot. Semoga itu juga yang terjadi dengan Fanka.

http://saveyofanka.blogspot.com

-

I knew you’re special, but not as someone who will leave this early.

Dan minggu itu menjadi minggu yang tak akan saya lupakan. Setiap jam rasanya berarti, 18 jam, 24 jam terlewati, 2 hari, 3 hari… Sampai akhirnya berita itu datang saat kami sedang di Posko Safe Yofanka di CC Barat. Saat itu sekitar 17.30 sore saya baru dapat kabar dari Ahmad di lapangan, untuk siap2 mencari tabung gas untuk penyelam. Tugas sudah dibagikan kepada beberapa anak KMKL di posko untuk cari info dimana bisa mendapatkan tabung. Kemudian saya dapat sms dari Rio, salah satu keluarga Fanka. Sebelumnya saya memang sedang intensif bersms-an dengan Rio, untuk rencana penyusuran pantai dengan helicopter. Jadi saya pikir Rio hendak menyampaikan kabar tentang tanggapan tim SAR terhadap rencana itu. Ternyata beritanya: “Sudah ditemukan bu, di bawah batu tp bukan undercut, tidak selamat. Terima kasih atas usaha Ibu”.

Oh Tuhan, waktu rasanya berhenti. Segera saya minta semuanya menghentikan aktifitas, dan membacakan sms tersebut.  Beberapa anak protes, “Mungkin itu bukan Fanka bu, apa 100% yakin?” Anak-anak denial yang malang.. mereka masih berharap, segala pencarian penyelaman itu sia-sia saja krn sebetulnya Fanka ngga pernah tenggelam jauh di dasar sungai. Dan setelah Johan di KMPA mengabari itu memang Fanka, barulah beberapa menangis sambil terbata-bata mengabari kawan yang lain. Lemas rasanya saya, bahkan untuk menenangkan anak-anak ngga ada yang bisa saya lakukan.

Sungguh situasi yang menghancurkan hati saya. Membayangkan Fanka disana… saya berharap dia tidak sadar saat Tuhan menjemputnya. Tanpa rasa sesak atau sakit. Saya berharap Fanka menyambut takdirNya dengan tenang dan gembira.

Kamis pagi sebelum pergi melayat Fanka di Jakarta, kami keluarga besar T. Kelautan ITB berkumpul di KL-1. Hati saya bertambah hancur melihat teman-teman KMKL. Wajah-wajah lesu, mata sembab akibat menangis semalaman, harapan yang terpancar di mata mereka di hari sebelum Fanka ditemukan hilang berganti dengan tatapan sedih yang sangat mendalam. Sekali lagi saya ngga bisa mengatakan sesuatu untuk mereka, saya ingin bilang supaya mereka harus ikhlas dan tegar dalam menghadapi ujian ini dan pasti ada maksud baik dari Tuhan dibalik kesedihan yang sekarang diberikan. Tapi saya sendiri ternyata larut dalam kesedihan.

-

She’s the glue that sticks us together.

Harus diakui juga, peristiwa ini adalah sebuah pelajaran yang sangat mahal yang memunculkan banyak hal baik diantara kami. Kesetiakawanan, kebersamaan, persaudaraan, bakti dari semua pihak untuk berjuang bersama membantu ditemukannya Fanka.

Ketika kebingungan dan ketidaktahuan membantu apa, teman-teman mahasiswa (baik yang mengenal maupun yang tidak mengenal Fanka) berkumpul dan menyandarkan diri kepada Tuhan memohon belas kasih Nya untuk menyelamatkan Fanka. Novena, Rosaria, Al-fatihah, Doa keselamatan, dll bersatu, dengan tujuan yang sama. Sungguh sesuatu yang luar biasa indah.

Di waktu lain ketika daftar barang yang dibutuhkan dari tim penyelamat datang, semua pihak bergerak dengan caranya masing-masing. Dalam waktu singkat semua terpenuhi, tanpa mengeluh apalagi menolak membantu. Sungguh momen yang sangat mengharukan yang menunjukkan kesetiakawanan teman-teman KMKL dan KMPA. We proud of you!

Juga kami dosen-dosen T. Kelautan. Dengan tujuan membantu mencari solusi utk keluarga Fanka, kami bekerja sama mengerahkan sumbangan pikiran  dan juga tenaga. Mahasiswa KMKL pun tanpa pamrih ikut membantu ide yang muncul dari dosen. Belum pernah semudah itu saya ‘menyuruh’ mahasiswa. Tanpa keluhan, tanpa protes, menjalankan apa yang diperlukan. Sungguh hal ini tanpa disadari menjalin persaudaraan yang lebih kuat diantara keluarga besar T. Kelautan.

Peran Fanka sangat besar meskipun dia telah tiada. You’re The Glue that sticks us together, Fanka.

-

You’re gone too soon. But we need to let you go.

Kematian orang muda selalu menyisakan kepedihan dan terasa tragis, krn berarti terputusnya cita-cita tinggi dan harapan kedua orang tuanya. Semua usaha terbaik telah dilakukan oleh semua pihak, tak ada hal lain yang dapat dijadikan pegangan selain menerima ini semua sebagai kehendakNya.

Semoga orang tua dan keluarga Fanka diberi ketabahan dalam menghadapi cobaan ini. Aamiin.

-

Semoga tidak ada yofanka-yofanka lain di masa depan

Sebagaimana ditekankan Pak Rhony dari pihak keluarga Fanka saat pemakaman kemarin, peristiwa besar ini perlu dijadikan pelajaran besar dan mahal. Semua pihak yg akan pergi menantang bahaya, harus selalu mempersiapkan kelengkapan safety. Dan juga penyusunan sistem koordinasi yang lebih jelas pada saat terjadinya kondisi darurat seperti kemarin. Jangan sampai kejadian serupa terjadi lagi. Secara pribadi saya ingin mengucapkan terima kasih yang besar kepada semua tim yang ada di lapangan yang telah membantu usaha pencarian Yofanka, tim Wanadari, Mahitala Unpar, masyarakat sekitar kampung Tanjung Jaya, Angkatan Laut, Basarnas, Marinir, Lembaga Kemahasiswaan ITB (Pak Brian),  WRAM ITB (Pak Kadarsyah), Koramil dan aparat pemerintahan di lokasi Tanjung Jaya, dan semua pihak yang mungkin tidak dapat disebutkan satu persatu.

-

Gugur satu sudah mahasiswa kami di Teknik Kelautan.

Selamat jalan Yofanka, semoga Ananda tenang di sisi Nya…

 

Comments { 0 }

Update Simulasi Pergerakan Posisi Survivor

Terkait posting sebelumnya tentang Simulasi Pergerakan Arus – Muara S. Cikandang oleh Dr. Muslim Muin. Berikut update untuk hari ke-3:

 

updated: perkiraan posisi survivor JIKA masuk ke muara setelah waktu tertentu (Kemungkinan 1)

Update: perkiraan posisi survivor JIKA masuk ke muara setelah waktu tertentu (Kemungkinan 2)

Update: perkiraan posisi survivor JIKA masuk ke muara setelah waktu tertentu (Kemungkinan 2)

 

Bagi yang memerlukan versi lengkap via email silakan contact nita@ocean.itb.ac.id

 

 

Comments { 0 }

Simulasi Pergerakan Arus – Muara S. Cikandang

Daerah Kemungkinan (1) Posisi korban hasil simulasi arus di muara Ranca Buaya (klik untuk memperbesar)

 

Daerah Kemungkinan (2) Posisi korban hasil simulasi arus di muara Ranca Buaya (klik untuk memperbesar)

 

Subuh tadi, tersiar kabar bahwa Angelina Yofanka, salah satu mahasiswi terbaik T. Kelautan, hanyut di S. Cikandang. Fanka bersama-sama kawannya di KMPA ITB dan beberapa kumpulan pecinta alam lain, melakukan kegiatan arung jeram, pada hari minggu 5 Feb 2012 kemarin.  Sekitar pukul 14.00 perahu yang dinaiki Fanka terbalik, beberapa orang jatuh, dan hanyut di S. Cikandang yang arusnya saat itu deras.

Tim SAR dari beberapa instansi telah bergerak melakukan penyisiran dan pencarian korban (salah satunya @MahitalaUnpar ). Jika korban tidak ditemukan di pesisir sungai kemungkinan akan terbawa ke muara sungai.

Sungai Cikandang bermuara ke Ranca Buaya di Samudera Hindia. Berdasarkan simulasi arus + angin dengan menggunakan model numerik, Dr. Muslim Muin (dosen T. Kelautan) melakukan perkiraan posisi korban JIKA mencapai muara. Dengan kondisi angin Barat dan arus, diperkirakan akan menuju Timur. Simulasi ini tidak mungkin akurat dan tidak bisa dijadikan acuan, tapi mungkin dapat dijadikan panduan bagi tim SAR yang masih melakukan pencarian.

Muara Ranca Buaya, dinotasikan dengan warna hitam, dan warna-warna pd legenda menunjukan posisi korban dalam satuan waktu hari sejak korban terbawa ke muara. Ada 2 kemungkinan yang dimodelkan, hasilnya dapat dilihat pada gambar-gambar diatas.

 

Comments { 0 }